Nama : Luthfia Ashar
Kelas
: 1EA10
Npm
: 16214197
BUDAYA MASYARAKAT SUNDA DAN ETOS
KERJA ORANG SUNDA
PENDAHULUAN
Suku sunda
merupakan salah satu kebudayaan di
Indonesia,suku sunda mempunyai banyak keunikan yang diciptakan oleh para
leluhur atau pendahulunya, kaya dalam kebudayaan dan nilai-nilai yang mereka
miliki semua ini perlu dilestarikan dan dijaga seutuhnya akan tetapi kini
masyarakat belaga gengsi dengan budaya daerahnya sendiri karena itu budaya di Indonesia hampir punah
dan sekarang kebanyakan masyarakat memilih budaya luar terutama budaya modern,
karena pada jaman sekarang gengsi atau
malu di besarkan, padahal budaya daerah yang memperlihatkan ciri khas
bangsa masyarakat sudah lama mengalami
kelemahan atau kemunduran dalam cipta, rasa, sikap, hidup alam pikiran, dan
kebiasaan perilaku. Budaya sunda termasuk budaya yang cenderung tua yang harus
dilestarikan. Bahasa sunda termasuk pelajaran namun dianggap kurang penting
bagi para siswa, kepunahan ini akan terjadi jika budaya sunda semakin
kehilangan di tengah masyarakat, selain itu suku sunda memiliki sejumlah budaya
lain yang khas seperti kesopanan, hormat kepada yang lebih tua dan menyayangi
terhadap yang lebih kecil. Kegigihan
yang dimiliki suku sunda semakin surut dalam hal ini etos kerja harus
dibutuhkan.
PEMBAHASAN
Suku
sunda di berasal dari barat pulau jawa Indonesia yang terdari beberapa wilayah seperti Jawa barat, Banten, Lampung, dan Jakarta ada
juga di kota atau daerah didalam Jawa
barat seperti Bandung, Bogor,
Tasikmalaya, Sukabumi, Baduy, Tangerang, Pandeglang, dan lainya. Suku sunda
memilik bahasa yang khas yaitu bahasa sunda, bahasa sunda ini di pergunakan
sebagai alat komunikasi masyarakat dan sebagai pendukung terhadap budanya dan
terdapat beberapa macam karakter yaitu sunda lemas, sunda sedang dan sunda
kasar tapi kini bebarapa daerah ada juga
yang sudah tidak memakai bahasa ini sendiri malah kebanyakan memakai bahasa Indonesia terutama
di daerah yang sudah menjadi kota. suku sunda juga terkenal dengan sikap atau
sifatnya, Orang sunda yang memiliki watak kesundaan yang ramah,sopan dan riang
bukan hanya sifatnya tetapi memang rata-rata orang sunda bersikap lemah lembut
di bandingkan suku-suku lain yang ada di Indonesia bahkan suku sunda dulu
memang mempunyai sifat yang begitu elok semua ini di dapatkan dari leluhur
orang sunda terdahulu mereka mempunyai pengaharapan kebaikan terhadap masyarakat sunda kedepannya tetapi
mereka juga bisa bersifat pemalu dan terlalu perasa secara emosional.
System kepercayaan suku sunda kebanyakan
beragama islam yang dari mana masyarakat suku sunda hampir sepenuhnya beragama
islam, suku sunda emang sangat kuat akan ketaatan agmanya ini, selain itu agama
di jadikan sebagai pandangan hidup dan norma dalam sebuah harapan dalam tingkah laku masyarakat suku sunda dan
juga bertujuan terciptanya masyarakat yang baik dan putih bersih dalam bersikap
begitu pula arti kata sunda bersinar, terang, berkilau, dan putih. Akan tetapi
kenyataanya orang sunda telah mengalami pergeseran nilai, semua ini di buktikan
ketidak mampuan suku sunda dalam hal bersaing dengan budaya lainya.
Ternyata
orang sunda mengenal kelompok orang kaya (jelema beunghar) dan
orang miskin (malarat), orang miskin biasanya bekerja sebagai buruh
tani, pesuruh, dan lainya. Masyarakat pedesaan dalam masyarakat sunda hampir
seluruhnya hidup dari pertanian. Berdasarkan jenis kelamin masyarakat sunda di
kelompokan laki-laki dan perempuan , laki-laki sebagai kepala keluarga yang
harus menanggu perekonomian keluarga, sedangkan perempuan mengatur kehidupan
keluarga,ikatan keluarga yang sangat kuat dan peranan islam sangat mempengaruhi
adat istiadat yang mewarnai kehidupan suku sunda, dan orang sunda merasa nyaman
bila berkumpul dengan sanak saudaranya dan kerabat ,cita-cita orang sunda
terdapat di dalam kehidupan masyarakat yang seimbang, setiap orang harus bisa
mejaga keseimbangan hidup masyarakat dengan menjalankan kewajibanya
masing-masing, kewajiban social di dalam masyarakat sunda menyangkut hubungan
antara masyarakat lain dengan yang lainya dalam kehidupan sehari-hari, dalam
hal ini kepentingan seorang adalah kepentingan kelompok, pentinganya pemimpin
yang mempunyai tugas dan kewajiban
hubunga ini harus bersifat kekeluargaan, ada juga di dalam masyarakat
sunda terdapat konsep silih asah, silih asih, dan silih asuh artinya
harus saling member pengalaman, pengetahuan, saling memperbaiki kesalah
masyarakatnya. Harus saling mencintai dan harus saling membimbing ini semua bukan hanya terdapat di suku sunda
tapi juga sukku-suku lain di Indonesia umumnya, kehidupan tolong menolong atau
gotong royong sudah menjadi tradisi antar kelurahan di setiap desa masyarakat
sunda.
Pada
kebudayaan sunda keseimbangan magis di pertahankan dengan cara melakukan adat
istiadat suku sunda seperti upacara adat sebelum lahir, melakukan pemeriksaan
sebelum melahirkan kepada dukun beranak atau biasa di sebut suku sunda hajat
bangsal, upacar kandungan dalam 7 bulan dan hajat bubur lolos agar orang yang hamil itu tidak resah dan
takut saat mau melahirkan. Upacara pernikahan khas suku sunda, orang dulu
dipedesaan ada yang namanya perjodohan yaitu orang tua yang menetukan calon
istri atau suami dari anak-anak mereka, tapi sekarang masih ada namun, sudah
hampir tidak ada lagi. Ada juga rangkaian acara pernikahanya, nenden omongan,
lamaran, tunangan, seserahan, ngeyeuk seureuh, membuat lungkun, berebut uang
dibawah tikar, dan upacar propesi pernikahan. Upacara-upacara kematian ini
digariskan dalam agama islam karena memang hampir semua suku sunda beragama
islam.
Ada
juga kesenian suku sunda seperti tari-tarian, tari jaipong atau jaipong
sebenarnya sudah modern dan berkembang, tari jaipong yang diiringi dengan music
yang khas dengan menghentak,dan juga tari topeng dan tari merak. Seni music dan
seni suara dengan seorang penyayi perempuan yang sering di sebut sinden ini
ternyata tidak sembarangan orang dapat menyayikan lagu-lagu sunda Karena nada
cukup sulit dipelajari. Wayang golek adalah boneka dari kayu yang dimaiankan
dalam pementasan sandiwara yang dimainkan oleh yang biasa kita sebut dalang dan
diiringi musik tradisional jawa barat. Alat music khas sunda seperti Angklung
yang terbuat dari bambu cara memainkanya dengan di gerakan kesamping, Calung
ini prototype dari angklung tapi berbeda cara memainkanya denagn dipukul atau
ditabuh, dibuat dari bambu hitam, karinding biasanya digunakan untuk
kepentingan bersawah dan digunakan dalam ritual atau upacara adat, bonang dari
bahan logam yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat bantu pemukul,
suling yang terbuat dari bambu yang berlubang cara memainkanya ditiup, dan
kendang yang terbuat dari kulitdimainkan dengan cara ditepuk. Ketuk tilu
biasanya dipakai saat perkawinan atau hiburan, seni bangreng pengembangan dari
seni terbang kesenian ini menggunakan rebana tetapi besar dimainkan oleh lima
orang, rengkong kesenian yang diwariskan dari leluhur masyarakat sunda diambil
dari tatacara masyarakat sunda menanam padi samapi menuainya, kuda renggong
atau kuda depok seekor kuda dihiasi warna-warni biasanya dinaiki anak kecil
yang disunat. kini pengaruh globalisasi sangat menyakitkan dalam budaya-budaya
yang ada di Indonesia salah satunya masyarakat sunda yang kini semakin terseret
dalam berbagai aspek kehidupan,sebenarnya kebudayaan sunda sangat penting untuk
di kembangkan , bahkan dijadikan kebudayaan nasional dan kebudayaan duni tidak
muncul, sangat miris memang melihat keadaan dunia budaya sekarang ini kini para
penggemar budaya semakin punah kesadaran masyarakat semakin hilang dalam
mempertahankan budaya daerahnya sendiri,persoalan muncul ketika globalisasi di
lihat dari sudut budaya, budaya sunda juga kini mengalami seperti itu krisis
atau kemunduran, kelemahan mulai dari ekonomi, politik, social dan lainya.
Dalam ekonomi masih sedikit prestasi suku orang sunda menguasai perekonomian
masyarakat sunda begitu pula politik sedikit orang sunda yang menjadi
polotikus,tidak hanya itu dalam berdagang juga seperti itu, tetapi yang sangat
jelas dalam tidak mampu orang sunda untuk bersaing, mereka kalah bersaing dengan
orang jawa, Minang, Batak, dan suku-suku lainya ini berarti mereka lemah dalam
kemauan, dan keuletan sangatlah lemah. Ini berakibat pada kekalahan mereka
karena pendukung budaya lain, akibat selanjutnya mereka tidak mau bersaing atau kalah bersaing
dalam bidang profesi. Profesi ini juga berakibat karena sifat atau watak suku
sunda yang lebih suka di belakang karena tidak terbiasa bersaing dengan keras,
baru mau maju kalo di dorong-dorang,tapi tidak semua suku sunda seperti itu.
Untuk
itu di butuhkan Etos kerja yang bisa mendorong suku sunda saat ini, kata Etos
di ambil dari bahasa Yunani,ethos yang mengandung pengertian watak atau
karakter dan sikap, kepercayaan semangat kerja yang menjadi ciri khas seseorang
atau sekelompok manusia, etos kerja tentang bagaimana seharusnya irama, sifat,
kualitas hidup sebagai dasar dalam kehidupan. Etos juga mengandung rasa
kesungguhan, keuletan, dan kemauan untuk maju,karakter menggambarkan etos kerja
tinggi yaitu rajin, disiplin waktu, jujur,sederhana, dan mempunyai pandangan ke
depan yang bertujuan untuk
kesejahteraan. Ternyata etos kerja ini tidak selalu dianggap baik ada juga
sekelompok etos kerja yang dipandang negative karena tuntutan jaman, Dalam etos kerja juga di butuhkan motivasi,
secara merata bahwa pilaku masyarakat suku sunda sangat berprinsip terhada
islam dan bertujuan hidup masyarakat suku sunda adalah hidup sejahtera,
tentram, dan tenang dan mencapai kesempurnaan dunia akhirat.
Umumnya
masyarakat sunda mata pencahrianya,pertanian, perkebunan, perikanan dan sebagai
profesi petani, peternak, nelayan, pedagang, dan pengrajin. Pertanian mata
pencaharian masyarakat sunda, Istilah
dulu di kenal dengan Memburu dan Meramu sekedar untuk
mencari tambahan pangan. Selanjutnya istilah Memburu dan Meramu ini mulia
hilang dan manusia beralih bercocok tanam merupakan suatu peristiwa besar
dalam proses perkembangan kebudayaan manusia. . Tanah dalam hal ini sangat
penting karena orang yang memilliki tanah sebagai status orang dalam
masyarakat, cara bercocok tanam yang berbeda sesuai dengan pengaruh lingkungan
alam dan social,dalam hal ini biasanya masyarakat tinggal dalam lingkungan alam yang memiliki
kecenderungan kearah bercocok tanam, oleh karena itu daerah yang di diami masyarakat terdiri dari
hutan lebat, tanah basah, dan mungkin berawa-rawa,kebanyakan daerah jawa barat
yang beriklim tropis dan tanahnya yang subur pula, ternyata pertanian sawah
merupakan mata pencaharian utama masyarakat sunda terutama di daerah pedesaan.
Pada tingakatan penduduk di jawa barat sekarang ini berpengaruh terhadap
kegiatan masyarkat dalam bertani . Tipe masyarakat seperti itu biasanya
memiliki perkampungan yang bersifat tetap, Dan semakin maju era globalisasi
semakin berkembang pula pandangan negtif
contonya di Bandung sudah banyak pabrik-pabrik, Mall, kafe dan bidang
lain yang cepat bekembang pada saat ini transfortasi idustri yang menjulang
tinggi berdedar memang, membuka lapangan pekerjaan baru akan tetapi semua ini
sedikit menghambat terhadap budaya sunda, masyarakat dan para petani di sekitarnya serta
perubahan-perubahan social yang timbul. Ternyata bagaimanapun mata pencaharian masyarakat sunda tetap saja
petani sudah menjadi ciri khasnya. Etos
kerja sunda menjadi bahan utama dalam dampak arus globalisasi untuk
meningkatkan etos kerja perlu motivasi yang sangat besar dan kuat di bantu juga
dalam pandangan hidup orang sunda, keyakinan ajaran yang berkembang terhadap
masyarakat sunda menjadi kepentingan juga untuk meningkatkan kualitas etos
kerja orang sunda. Sebenarnya sunda kaya akan semua nilai yang didasrakan atas
pengalaman masyarakat sunda sendiri, akan tetapi tidak dipergunakan dalam etos
kerja sangat miris sikap yang telah di dapat dari nenek moyang mereka tidak
dipergunakan dengan baik sebenarnya semua ini tergantung kepada kita, kekalahan
ada didalam diri kita persaingan yang semakin ketat dalam bidang pekerjaan
apalagi era globalisasi semakin maju.
Persoalan
ini sebenarnya dari pandang orang sunda terhadap persoalan kehidupan, cara mereka
memakai pentingnya kehidupan, ada beberapa pergeseran yang dialami orang sunda
jika melihat dari konsep pandang hidup yang dimiliki karena kebanyakan orang
sunda meninggalkan pepatah orangtua, masih banyak ekonomi orang sunda yang
masih lemah yang jauh dari orang sunda yang kaya. Penyebab lainya adalah
pemahaman atas konsep kebudayaan, seharusnya konsep budaya harus selalu
dipahami sebagai konsep seseorang taua masyarakat. Arus globalisasi yang
membawa budaya baru membutuhkan respons yang baik bagi orang sunda dengan itu
supaya bisa berdialog dengan kebudayaan lama dan kebudayaan baru ,hal ini
menunjukan bahwa motivasi untuk
melestarikan budaya sund sangat kurang . Dalam aspek keyakinan masih banyak
keyakinan orang sunda bersifat peduli, kini melihat lemahnya motivasi dan
keyakinan yang dimiliki orang sunda saat ini adalah factor pendidikan,lemahnya
baca tulis menjadi penyebab lemahnnya daya hidup kebudayaan sunda, pola
pendidikan inilah jawaban bagi persoalan yang terjadi diwilayah kesundaan dalam merespon sehinnga motivas orang sunda semakin
tinggi dapat dipahami pemahaman dan pengalaman.
Hal yang paling penting saat ini membangun etos kerja karena etos
kerja energy yang menggerakan budaya dan
memajukannya, dengna budaya yang tinggi etos kerja semakin tinggi dalam
bersikap, berpikir dan berprilaku masyarakat sunda termasuk yang ditentuaka
atau dipengaruhi oleh factor-faktor agama, warisan budaya, dan budaya luar.
Oleh karena itu enegri budaya harus digali dari factor-faktor tersebut , kalua
kata lain apabila suatu masyarakat ingin mengembangkan etos kerja yang baik
harus memilih dan mengambil sikap positifnya dan juga meninggalkan sikap
negatifnya dari factor-faktor itu, factor agama yang paling menetukan dalam
semua itu karena agama adalah inti dari dalam budaya masyarakat sunda.
Dengan
demikian, budaya kerja masyarakat sunda ditentukan oleh desain bangunan yang
berkarakter budaya mereka, mendesain dengan baik berarti mengembangkan potensi
juga dan memecahkna masalah pokok yang menyatu dalam budaya tersebut. Jadi
membangun budaya kerja orang sunda berarti mengembangkan potensi dan membuang
masalah pokok yang menyatu dalam budaya mereka. Tiap-tiap nilai mempunyai segi
potensi atau segi posotif dan segi masalah dan segi negatif terhadap pengembangan
budaya kerja masyarakat sunda.
KESIMPULAN
Suku sunda adalah salah satu
suku yang ada di jawa, suku sunda mempunyai nilai unik yang membedakan
masyarakat suku yang lain. Terlihat dalam hal kepercayaan, sifat atau watak
orang sunda, adat istiadat, mata
pencaharian dan lainya.
Etos kerja kebudayaan sunda
memang kurang akan tetapi bisa sangat dipengaruhi melewati motivasi hidup dalam
pandangan hidupnya, aspek lain ditentukan dengan keyakinan yang berkembang
dalam masyarakat sunda.
DAFTAR PUSTAKA
1. Eka, djati,
edi s, Masyarkat sunda dan kebudaannya, Jakartaa : PT. Girimukti pasaka, 1984
2. Surjadi, Ahmad,
sumadiredja, Masyarakat sunda dan problema, Bandung: Alumni, 1985
3. Rahmat, cee.2006.
Komunitas sunda pakidulan: Studi tentang pengaruh orientasi nilai budaya
paham dualistic dunia, dan
kontraproses modernisasi terhadap etos kerja.http://repository.upi.
edu/id/eprint/2343
4.
Gumilar, Setia dan Sulasman. Teori-teori Kebudayaan, Bandung:PUSTAKA
SETIA, 2013